Apa Itu WIBU? Kenapa WIBU Selalu Di Bully ?
Released by:
Zero Two | Released On:
April 21, 2019 |
Series :
wibu
Apa Itu Wibu?
Banyak orang yang menyamakan kedua istilah ini namun sebenarnya ada sedikit perbedaan, biasanya yang kek gini anak kemarin sore yang sok tahu. Nah otaku itu sebenarnya apa? Otaku bisa diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti “Maniak”, jadi siapa-siapa yang menganggap diri mereka otaku maka dia adalah maniak.
Tapi maniak ini banyak lagi bagian-bagiannya, ada maniak anime, maniak game, maniak komik, maniak hentai, maniak cosplay, bahkan yang maniak narkoba juga bisa disebut sebagai “Otaku” atau yang lebih spesifik, “Otaku Narkoba”.
Salah satu contoh yang lain tentang otaku yang lebih luas, coba cek anime berjudul “Kuragehime”, di anime ini menjelaskan tentang tokoh utama yang suka dengan ubur-ubur dan oleh teman-temannya, dia disebut sebagai “Otaku”. Nah dari sini bisa disimpulkan, otaku itu ndak mesti harus berkaitan dengan anime, manga, LA, atau semacamnya.
So, kesimpulannya adalah wibu ini adalah otaku yang bidangnya khusus Jejepangan, termasuk anime, manga, cosplay, LA, game, musik, wisata, kuliner, yang semuanya berasal dari Jepang. Jadi kata otaku, wibu, hikikomori, dan lain sebagainya itu beda yah, jangan samakan meski asal mereka sama.
TAPI, APAKAH PENGERTIAN “WIBU” OLEH BANYAK ORANG DI ATAS SUDAH BENAR?
Nah mari kita flashback mulai dari kata wibu ini sebenarnya asalnya dari mana? Dari forum-forum luar yang saya baca, kata ini ternyata sudah ada di daerah barat sana dengan sebutan “Weeaboo” yang dikembangkan dari kata “Japanofilia” yang merupakan sebutan untuk orang-orang yang trobsesi secara berlebihan pada kebudayan Jepang.Sebenarnya, kamu yang menyebut diri sendiri sebagai wibu atau orang lain yang meneriaki kamu sebagai wibu itu namanya sudah terbully dan membully diri sendiri :v. Why? Mengikuti asal kata wibu di mana orang barat menggunakannya sebagai kata “Hinaan” maka di Indonesia juga sama dong, kan “Wibu” adalah versi Indo dari “Weeaboo”, iya kan?
Jadi setiap ada yang komentar di social media berkata…
“Wibu yah?”
“Kamu wibu yah, wow luar biasa sekali!”
“Syukur lah masih ada wibu di sini :)”
Dan segala macam lainnya, itu sudah menjadi bentuk penghinaan. Parahnya lagi, banyak orang-orang yang mengaku wibu bangganya selangit, entah dia tidak tau wibu itu apa atau dia memang golongan M.
Lantas, misalnya jika kata wibu ini diganti dengan kata sopan, kita bisa sebut mereka yang suka dengan Jepang sebagai “Pecinta Jepang” atau “Penggemar Jepang” atau “Japanese Lovers” kan bisa. Intinya, wibu ini adalah sebutan hinaan bagi mereka yang tergila-gila dengan Jepang karena dianggap terlalu maniak. So jangan bangga dipanggil wibu XD.
Kenapa Orang yang Suka Jepang (Wibu) Sering Dibully?
Jika kamu punya action figure misal figure teman saya Oshino Shinobu yang baru dia beli terus dia post di grup anime atau semacamnya, yakin dan percaya 50% komentar isinya pasti bullyan. Karena sifat orang Indo memang begitu, dikit-dikit berbau Jepang dibully dikatain wibu. Iya kan?
Tapi, Apa yang Membuat Para Netizen Membully Orang Maniak Jepang (Wibu)?
Maybe, emang bener gitu sih…
Sebagai orang yang “Bukan wibu”, tentu hal itu agak jijik iya kan?, nah ini lah yang menjadi penyebab kenapa wibu sering dibully. Bahkan tidak sedikit mereka yang wibu menanggap Jepang kiblat hidupnya dan tidak peduli dengan Negara sendiri. Lengkap deh tuh, wibu akut tinggal di Indonesia yang terkenal dengan warganet pembully terkeras di alam semesta XD.
Tapi anehnya, sudah jelas-jelas dikata-katain eh malah bangga sebagai wibu. Maklum yah kan tanda-tanda akhir zaman yah gitu. Ingat yah anak-anak, hal-hal berlebihan itu tidak baik. Suka Jepang boleh saja, tapi jangan jadi maniak sampai-sampai melupakan Negara sendiri, itulah yang disebut wibu. Tentu, yang ngebully juga salah.
Orang Seperti Apa yang Bisa Dipanggil Wibu?
Jadi buat kalian yang nemu orang model kayak gambar-gambar di atas itu sudah dinamakan wibu, bisa dibully agar sadar :v tapi jangan berlebihan :v
Sumber : sakuranime.com
Bagaimana Pendapat Minna Soal Anime ini? Tulis di komentar

Post a Comment